CEO Telegram Tidak Kaget Pemerintah Berusaha “Hack” Gmail Miliknya

Ada yang coba meretas akun Gmail punya CEO Telegram, Pavel Durov. Sekurang-kurangnya demikian menurut peringatan dari Google, yang lalu di-screenshot serta diberikan Pavel Durov lewat akun Twitter personalnya, @durov.

Dalam screenshot itu, Google menyampaikan peretas yang coba membobol akun Gmail Pavel Durov tidak lain dibekingi pemerintah atau sering diistilahkan sebagai government-backed attack.

Menyikapi hal semacam ini, Pavel Durov berkesan enjoy. Ia sesumbar kalau akun Gmail-nya toh tidak dipakai untuk beberapa hal utama. Ia juga mengakui tidak kaget bila ada yang coba membobol akun Gmail-nya.

Penyerangan seperti ini, kata Google, begitu tidak sering berlangsung. Dari keseluruhan pemakai Gmail, cuma sekitaran 0, 1 % yang pernah merasakannya, seperti dikumpulkan KompasTekno, Minggu (28/5/2017), dari screenshot pemberitahuan Google yang diberikan Pavel Durov di Twitter.

Untuk masalah Pavel Durov sendiri, Google sesungguhnya belum meyakini 100 %. Pasalnya, dalam peringatan itu Google menyampaikan “ada peluang ini yaitu alarm salah”.

Apa pun itu, peringatan Google pasti mesti tetaplah diwaspadai. Sebab, implikasi dari serangan sejenis itu dapat fatal. Peretas tidak hanya dapat terhubung data korban, namun juga dapat melakukan tindakan semena-mena memakai akun Twitter korban.

Untuk menghindar itu hingga berlangsung, Google merekomendasikan Pavel Durov tingkatkan performa keamanan akunnya.

Sampai saat ini belum ada respon resmi dari Google masalah penemuan percobaan peretasan terhadai Pavel Durov. Pemerintah AS juga belum ada yang mulai bicara masalah ini. Kita tunggulah saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *